Demam Berdarah Dengue

26 May 2011
Author :  

Laboratorium Klinik Bio Medilab - Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue, tergolong dalam flavivirus, banyak didapatkan di daerah tropis dan subtropis.

Hampir 50% penduduk yang tinggal di daerah tersebut mempunyai resiko untuk mendapatkan infeksi dengan virus dengue.Infeksi dengan virus dengue dapat menimbulkan sakit, renjatan (shock) hingga kematian.

Virus ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedesaegypti, Aedesalbopictus dan Aedespolynesienses.Dikenal 4serotipe virus dengue yaitu dengue virus 1, 2, 3 dan 4.Penyakit ini dapatmenimbulkan sakit berupa demam yang sembuh sendiri pada infeksi primer, tetapi bila pasien tersebut mendapatkan infeksi kedua kali yang disebut infeksi sekunder dengan serotype berbeda akan timbul sakit yang lebih berat. Infeksi sekunder dapat menimbulkan perdarahan yang disebut DBD atau timbul renjatan yang disebut dengue shock syndrome (DSS).

 

Infeksi dengan virus dengue sangat bervariasi dari gejala subklinik hingga fatal.Manifestasi klinik dapat timbul gejala klasik berupa demam mendadak (>37.7⁰C) dengan gejala sakit kepala, nyeri di belakang bola mata, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, sendi, muntah, diare, sakit menelan dan timbul kemerahan pada kulit (rash) bahkan dapat berupa perdarahan.

Antigen Ns-1adalah glikoprotein konsentrasi tinggi dari virus dengue yang didapatkan dalam serum yang terinfeksi virus dengue pada fase dini. Antigen ini didapatkan di dalam darah mulai dari hari 1 – 9 demam, baik pada infeksi dengue primer maupun infeksi dengue sekunder.

Selain antigen NS-1 dalam diagnostic penyakit dengue, dikenal antibody IgMdanIgG. Antibodi IgM terdeteksi 3 – 5 hari setelah demam pada infeksi primer.Secara umum dapat bertahan 30 – 90 hari dengan kemungkinan dapat bertahan hingga 8 bulan.Pada infeksi sekunder kadar antibodi IgM timbul antara hari ke 4 – 5 setelah demam.

Pada infeksi primer, antibodi IgG timbul pada hari ke – 14 dan dapat bertahan seumur hidup.Sedangkan pada infeksi sekunder antibodi IgG akan meningkat 1 – 2 hari setelah demam yang kemudian mencetus respon antibody IgM.

Pada infeksi NS-1, dengue IgG dan IgM, sebaiknya bila ada dugaan demam berdarah dengue dilakukan pemeriksaan hematologi lengkap yang meliputi parameter hemoglobin, hematokrit, jumlah leukosit dan jumlah trombosit.

Pada demam berdarah dengue dapat terjadi kebocoran dinding pembuluh darah kapiler yang mengakibatkan pemindahan cairan dari pembuluh darah ke jaringan.Hal ini menyebabkan terjadi edema, hemo konsentrasi bahkan dapat terjadi renjatan (shock).Keadaan ini di tandai dengan meningkatnya kadar hemoglobin atau nilai hematokrit bila diperiksa 2X pada waktu yang berbeda.Selain itu makin berat penyakit maka jumlah trombosit makin menurun yang mempermudah terjadinya perdarahan di bawah kulit, bahkan perdarahan lain dari rongga tubuh seperti mimisan, perdarahan saluran cerna dan saluran kemih.

Berdasarkan kriteria WHO1997, diagnosis DBD ditegakkan bila semua hal di bawah ini terpenuhi :

  1. Demam atau riwayat demam akut antara hari ke 2 – 7, biasanya bifasik (demam naik – turun).
  2. Minimal 1 manifestasi perdarahan seperti uji pembendungan positif perdarahan pada kulit berupa bintik merah (petekie), ekimosis atau perpuraya itu perdarahan yang lebih lebar dari petekie. Dapat timbul juga perdarahan selaput lender, muntah darah (hematemesis) atau BAB berdarah (melena)
  3. Trombositopeni dengan jumlah trombosit < 100,000/ul.
  4. Terdapat minimal 1 tanda kebocoran plasma :
  • Nilai hematokrit meningkat lebih dari 20% dibandingkan dengan nilai normal untuk umur dan jenis kelamin yang sama.
  • Penurunan nilai hematokrit> 20% setelah pemberian cairan dengan nilai hematokrit sebelumnya.
  • Pengumpulan cairan di dalam rongga dada (efusi pleura), dalam ronggaperut (asites), penurunan kadar protein total dan natrium serum.

Berdasarkan kriteria WHO, diagnosis demam berdarah / DBD dapat ditegakkan dengan konfirmasi pemeriksaan antigen NS-1, dengue IgG - IgM dan hematologi lengkap yang dapat dilakukan di Laboratorium Klinik.

 

Login to post comments

Biomedilab Tangerang

  • Address : Jl. Maulana Hasanudin ampera II, no 7-8 , Poris gaga, Tangerang
  • Phone  : 021 - 5445855 ; 021
  • Fax  : 021 - 5445855

 

Biomedilab Head Office

  • Address : Mayapada Tower unit 07-01, Jl Jend Sudirman Kav 28, Jakarta
  • Phone  : 021 - 5265750 ; 021 - 5260725
  • Fax : -

 

Biomedilab Karawang

  • Address : Ruko Rel Kereta Api, Jalan Tuparev Karawang Barat
  • Phone  : 0267 - 416972
  • Fax  : 0267 – 416971

 

New BIOMEDILAB

Biomedilab RS Saraswati

  • Address : Jl Ahmad Yani no 27, Sentul Cikampek
  • Phone  : 0264 - 316341
  • Fax  :

 

Quotes of the day