Anemia

26 May 2011
Author :  

Laboratorium Klinik Bio Medilab - Anemia adalah suatu keadaan yang ditandai oleh berkurangnya kadar hemoglobin di dalam aliran darah. Kadar hemoglobin ini tergantung pada umur, seks dan ketinggian tempat tinggal.

Hemoglobin adalah pigmen darah berwarna merah yang didapatkan di dalam eritrosit dan berfungsi mengikat serta mengangkut oksigen dari paru ke jaringan dan CO2 dari jaringan ke paru.

 

Dalam keadaan normal, eritrosit mempunyai masa hidup 120 hari, setelah itu eritrosit akan dirusak di limpa dan digantikan dengan eritrosit baru yang dihasilkan oleh sumsum tulang. Pada keadaan tertentu umur eritrosit ini bisa memendek yaitu < 120 hari yang mengakibatkan terjadinya anemia. Nilai batas kadar hemoglobin pada anemia dapat dilihat pada table 1. Umumnya pasien disebut anemia bila kadar hemoglobin < 12 g/dL.

Nilai eritrosis Rata-rata (Mean corpuscular values) atau disebut juga Indeks eritrosit/ sel darah merah merupakan bagian dari pemeriksaan laboratorium hitung darah lengkap (Complete blood count) yang memberikan keterangan mengenai ukuran rata-rata eritrosit dan mengenai banyaknya hemoglobin (Hb) per eritrosit. Biasanya digunakan untuk membantu mendiagnosis penyebab anemia (Suatu kondisi di mana ada terlalu sedikit eritrosit/ sel darah merah). Indeks/ nilai yang biasanya dipakai antara lain :

  1. Mean Corpuscular Volume (MCV) = Volume Eritrosit Rata-rata (VER), yaitu volume rata-rata sebuah eritrosit disebut dengan fermatoliter/ rata-rata ukuran eritrosit.
  2. Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH) = Hemoglobin Eritrosit Rata-Rata (HER), yaitu banyaknya hemoglobin per eritrosit disebut dengan pikogram
  3. Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) = Konsentrasi Hemoglobin Eritrosit Rata-rata (KHER), yaitu kadar hemoglobin yang didapt per eritrosit, dinyatakan dengan persen (%) (satuan yang lebih tepat adalah “gram hemoglobin per dL eritrosit”)


CARA PENETAPAN MASING-MASING NILAI :

Nilai untuk MCV, MCH dan MCHC diperhitungkan dari nilai-nilai ; (a) hemoglobin (Hb), (b) hematokrit (Ht), dan (c) Hitung eritrosit/ sel darah merah (E). Kemudian nilai-nilai tersebut dimasukkan dalam rumus sebagai berikut :

  1. MCV (VER)       = 10 x Ht : E, satuan femtoliter (fl)
  2. MCH (HER)       = 10 x Hb : E, satuan pikogram (pg)
  3. MCHC (KHER)   = 100 x Hb : Ht, satuan persen (%)

Nilai normal :

  • MCV: 82-92 femtoliter
  • MCH: 27-31 picograms / sel
  • MCHC: 32-37 gram / desiliter


TUJUAN PENETAPAN NILAI ERITROSIT RATA-RATA
Eritrosit/ sel darah merah berfungsi sebagai tranportasi hemoglobin dengan kata lain juga mentranportasikan oksigen (O2), maka jumlah oksigen (O2) yang diterima oleh jaringan bergantung kepada jumlah dan fungsi dari eritrosit/ sel darah merah dan Hemoglobin-nya.
Nilai MCV mencerminkan ukuran eritrosit, sedangkan MCH dan MCHC mencerminkan isi hemoglobin eritrosit. Penetapan Indeks/ nilai rata-rata eritrosit ini digunakan untuk mendiagnosis jenis anemia yang nantinya dapat dihungkan dengan penyebab anemia tersebut.  Anemia didefinisikan berdasarkan ukuran sel (MCV) dan jumlah Hb per eritrosit (MCH) :

  • Anemia mikrositik : nilai MCV kecil dari batas bawah normal
  • Anemia normositik : nilai MCV dalam batas normal
  • Anemia makrositik : nilai MCV besar dari batas atas normal
  • Anemia hipokrom : nilai MCH kecil dari batas bawah normal
  • Anemia normokrom : nilai MCH dalam batas normal
  • Anemia hiperkrom : nilai MCH besar dari batas atas normal


INTERPRETASI HASIL ABNORMAL
Tujuan akhir dari penetapan nilai-nilai ini adalah untuk mendiagnosis penyebab anemia. Berikut ini adalah jenis anemia dan penyebabnya:

  • Normositik normokrom, anemia disebabkan oleh hilangnya darah tiba-tiba, katup jantung buatan, sepsis, tumor, penyakit jangka panjang atau anemia aplastik.
  • Mikrositik hipokrom, anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi, keracunan timbal, atau talasemia.
  • Mikrositik normokrom, anemia disebabkan oleh kekurangan hormon eritropoietin dari gagal ginjal.
  • Makrositik normokrom,  anemia disebabkan oleh kemoterapi, kekurangan folat, atau vitamin B-12 defisiensi.

 

Oleh : dr Susan Margarita MKK


 

Rujukan :

 

  • Zuckerman K. Approach to the anemias. In: Goldman L, Ausiello D, eds. Cecil Medicine. 23rd ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2007:chap 162.
  • Dugdale DC. RBC Indices. Diunduh dari : http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003648.htm.
  • Gandasoebrata R. Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta : Dian rakyat, 2007.

 

Login to post comments

Biomedilab Tangerang

  • Address : Jl. Maulana Hasanudin ampera II, no 7-8 , Poris gaga, Tangerang
  • Phone  : 021 - 5445855 ; 021
  • Fax  : 021 - 5445855

 

Biomedilab Head Office

  • Address : Mayapada Tower unit 07-01, Jl Jend Sudirman Kav 28, Jakarta
  • Phone  : 021 - 5265750 ; 021 - 5260725
  • Fax : -

 

Biomedilab Karawang

  • Address : Ruko Rel Kereta Api, Jalan Tuparev Karawang Barat
  • Phone  : 0267 - 416972
  • Fax  : 0267 – 416971

 

New BIOMEDILAB

Biomedilab RS Saraswati

  • Address : Jl Ahmad Yani no 27, Sentul Cikampek
  • Phone  : 0264 - 316341
  • Fax  :

 

Quotes of the day