Human immunodeficiency virus infection / acquired immunodeficiency syndrome (HIV / AIDS)

26 May 2011
Author :  

Human immunodeficiency virus infection / acquired immunodeficiency syndrome (HIV / AIDS) adalah suatu infeksi virus yang menyerang sistem immunitas tubuh manusia. Jumlah penderita semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Penyakit ini dibedakan menjadi 3 fase. Pada fase awal (Fase Infeksi Akut) gejalanya menyerupai flu (influenza-like illness) selama 2 – 4 minggu pasca tertular, terkadang juga tanpa disertai gejala apapun yang signifikan. Gejala timbul pada 40 – 90% kasus berupa demam, pembesaran kelendar getah bening, nyeri tenggorokan, ruam, sakit kepala, luka di mulut dan genital. Dapat juga terjadi mual, muntah, diare, dan gejala neurologi lainnya seperti neuropati perifer atau Sindrom Guillan-Barre. Lamanya gejala-gejala tersebut sekitar 1 – 2 minggu, dan tidak khas sehingga sering dianggap sebagai infeksi biasa saja.

Kemudian gejala tersebut menghilang untuk jangka waktu lama (Fase Laten Klinis). Tanpa terapi apapun, keadaan tidak bergejala ini berlangsung sekitar 3 hingga lebih dari 20 tahun (umumnya 8 tahun). Pada akhir fase ini dapat timbul gejala demam, penurunan berat badan, gangguan pencernaan dan nyeri otot, dan juga pembesaran kelenjar getah bening menyeluruh.

 

Penyakit ini akan berkembang dan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh (Fase AIDS). Pada fase ini nilai CD4 sel T berada di bawah 200 sel/µL, sehingga menyebabkan mudah terinfeksi, termasuk juga infeksi oportunistik (bakteri, virus, fungi, dan parasit) dan tumor (sarcoma Kaposi, limfoma Burkitt, limfoma pada sistem saraf pusat dan kanker leher rahim). Bila tidak mendapatkan terapi, orang yang terinfeksi HIV akan berkembang ke AIDS dalam waktu 10 tahun. Pasien dengan AIDS sering mengalami demam terus menerus, berkeringat (terutama malam hari), pembesaran kelenjar getah bening, menggigil, lemah dan berat badan turun, serta sering disertai diare. Juga didapatkan gangguan pada darah berupa Anemia, trombositopenia, leukopenia dan limfopenia.

HIV ditularkan melalui 3 cara yaitu kontak seksual (hubungan seks oral maupun anal), kontak dengan darah, cairan tubuh dan jaringannya (transfusi darah, jarum suntik), maupun penularan dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan dan menyusui. Tetapi air liur, air mata, feces, saliva, sekret hidung, dahak, keringat, urin dan muntahan tidak menularkan HIV, kecuali terkontaminasi oleh darah.                    

Pencegahan yang utama adalah dengan perilaku seks yang aman dan tidak menggunakan jarum suntik orang lain.

Hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk pencegahan infeksi HIV, tetapi pemberian obat antiretrovirus dapat memperlambat perkembangan komplikasi penyakit ini dan kemungkinan harapan hidupnya bisa seperti orang normal.

Bagi orang dengan risiko tinggi seperti yang perilaku seks tidak aman, homoseksual, pengguna jarum injeksi bersama, partner positif HIV, penerima transfusi darah, penderita hepatitis, TB atau penyakit menular seksual, petugas kesehatan yang kontak langsung dengan darah, dan kontak dengan penderita, serta tentunya penderita HIV positif; dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin.

Penegakkan diagnosis dilakukan melalui gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium seperti berikut ini:

  • Tes antibody/anti-HIV (penapisan HIV), dengan metode Enzyme Linked Immunosorbent Assay (Elisa) atau Enzyme Immunoassay (EIA)
  • Tes Western Blot, digunakan untuk konfirmasi hasil anti-HIV positif
  • Tes antigen HIV, umumnya pada penapisan darah yang akan didonorkan, atau pada fase awal infeksi dimana belum terbentuk anti-HIV.
  • Pemeriksaan HIV RNA dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), untuk mengetahui banyaknya virus dalam darah
  • CD4 Limfosit T

Kami menyediakan paket pemeriksaan laboratorium untuk HIV/AIDS yang meliputi pemeriksaan skrining dengan tes HIV Combo, Darah Lengkap, CD4, hemostasis, ACA IgG dan IgM

Segeralah memeriksakan diri bila termasuk dalam kategori kelompok risiko tinggi ataupun ada riwayat kontak  agar segera dideteksi dini dan diberikan pengobatan yang tepat

 

Login to post comments

Biomedilab Tangerang

  • Address : Jl. Maulana Hasanudin ampera II, no 7-8 , Poris gaga, Tangerang
  • Phone  : 021 - 5445855 ; 021
  • Fax  : 021 - 5445855

 

Biomedilab Head Office

  • Address : Mayapada Tower unit 07-01, Jl Jend Sudirman Kav 28, Jakarta
  • Phone  : 021 - 5265750 ; 021 - 5260725
  • Fax : -

 

Biomedilab Karawang

  • Address : Ruko Rel Kereta Api, Jalan Tuparev Karawang Barat
  • Phone  : 0267 - 416972
  • Fax  : 0267 – 416971

 

New BIOMEDILAB

Biomedilab RS Saraswati

  • Address : Jl Ahmad Yani no 27, Sentul Cikampek
  • Phone  : 0264 - 316341
  • Fax  :

 

Quotes of the day