Diabetes Mellitus

14 November 2014
Author :  

Diabetes Mellitus atau sering disebut kencing manis merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemiakronis (peningkatan kadar gula darah), dan gangguan metabolism karbohidrat, lemak dan protein. Keadaan ini disebabkan produksi insulin yang tidak mencukupi dari pancreas, atau respon sel tubuh tidakade kuat terhadap insulin yang dihasilkan.

Pada tahun 2013, terdapat sekitar 8,5 juta penderita Diabetes di Indonesia, menduduki peringkat ke-empat di Asia dannomor 7 di dunia. Diperkirakan angka ini akan terus bertambah menjadi 12 juta penderita di Indonesia pada tahun 2020, dengan usia penderita yang makin muda.

Klasifikasi Diabetes Mellitus menurut WHO, yaitu:

  • DM tipe I,disebabkan kerusakan sel beta pancreas sehingga tidak dapat memproduksi insulin.Disebut juga Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM), dapat diderita oleh anak maupundewasa.
  • DM tipe II, dikarenakan tubuh tidak dapat mencukupi kebutuhan insulin, sering disertai resistensi insulin (tidak dapat memberikan respon terhadap insulin). Disebut juga Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Pada tahap awal kelainan muncul karena sensitifitas terhadap insulin berkurang, sehingga terjadi hiperglikemia. Obesitas sentral merupakan faktor predisposisi terjadinya resistensi insulin.
  • Diabetes gestational, yaitu diabetes yang timbul saatkehamilan, tanpa ada riwayat Diabetes sebelumnya.

Gejala klasik Diabetes yang tidak diobati adalah penurunan berat badan, poliuria (seringkencing), polidipsia (haus), dan poliphagia (lapar, banyak makan).Gejala ini dapat berlangsung cepat (minggu atau bulan) pada DM tipe I, sedangkan pada tipe II perkembangannya lebih lamban atau malah tidak ada gejala seperti itu.Kadang disertai penglihatan kabur, sakit kepala, lelah, luka sulit sembuh, dan kulit gatal.

Semua Diabetes meningkatkan risiko terjadinya komplikasi yang akan berkembang dalam waktu 10 – 20 tahun. Komplikasi berupa penyakit kardiovaskular dan stroke, kegagalan ginjal kronis, kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, kerusakan saraf menyebabkan impotensi, rasa kesemutan dan baal, gangrene hingga amputasi.Dan dapatj ugamenyebabkan ketoasidosis diabetic hinggakoma.

Pada DM tipe II pada fase awal penanganan ditujukan untuk meningkatkan kembali kepekaan hormone insulin, yaitu dengan perubahan gayahidup, misalnyamelalui aktivitas olah raga, diet rendah karbohidrat, dan penurunan berat badan. Bila hal ini tidak member hasil yang baik, selanjutnyadiberikan terapi dengan obat dan bila perlu dengan terapi insulin.

 

Faktor risiko Diabetes adalah sebagaiberikut:

  • Usia dewasa tua (> 45 tahun)
  • Kegemukan dengan indeks massa tubuh> 27 (kg/m2)
  • Tekanan darah> 140/90 mmHg
  • Riwayat keluarga DM, ayah atau ibu atau saudara kandung ada yang terkena penyakit Diabetes
  • Riwayat kehamilan dengan BB lahir bayi> 4000 gram
  • Riwayat DM padakehamilan
  • Dislipidemia (HDL < 35 mg/dl danatauTrigliserida> 250 mg/dl)
  • Pernah hasiltes Glukosa terganggu atau glukosa darah puasa terganggu

Pengendalianpenyakit diabetes dengan 4 pilarpengendalian:

  • Edukasi bahwa penyakit tidak dapat disembuhkan, tetapi dikendalikan seumur hidup
  • Pengaturan makanan untuk mencegah peningkatan kada gula darah
  • Olah raga, untuk membakar kadar gula berlebih di darah
  • Obat, obathipoglikemik oral (OHO) diperlukan untuk mengendalikan kadar gula darah

Bagi orang yang masuk dalamkelompok faktor risiko Diabetes, perlu dilakukan skrining terhadap penyakit diabetes, yaitu dilakukan dengan pemeriksaan gula darah puasa, gula darah 2 jam setelah makan, atau dengan testoleransi glukosa.Pemeriksaan lai nadalah glukosaurin, dan pemeriksaan Hemoglobin glikasi (HbA1C) yang direkomendasikan oleh WHO.

Tabel: Kadar glukosa darah sewaktu dan puasa dengan metod eenzimatiks ebagai patokan penyaring dan diagnosis DM (mg/dl).

Bukan DM  

Belumpasti DM

DM

Kadar glukosa darah sewaktu:

     

Plasma vena

<110

110 - 199

>200

Darahkapiler

<90

90 - 199

>200

Kadar glukosa darah puasa:

     

Plasma vena

<110

110 - 125

>126

Darahkapiler

<90

90 - 109

>110

 

BioMedilab menyediakan paket pemeriksaan laboratorium untuk Skriningdan diagnosis Diabetes Mellitus, meliputi pemeriksaan Gula darah puasa, Gula darah 2 jam setelah makan, atau denganTesToleransi Glukosa Oral (TTGO), Hemoglobin glikasi (HbA1C), Kadar Lemak Darah, pemeriksaan Urine Lengkap, rasio Albumin per Kreatinin Urine, dan tekanan darah.

Segeralah memeriksakan diri bila termasuk dalam kelompok berisikotinggi, atau lakukanlah kontrol pemeriksaan laboratorium secara teratur bila sudah menderita Diabetes Mellitus agar dapat diberikan tindakan pengobatan yang tepat.

 

Login to post comments

Biomedilab Tangerang

  • Address : Jl. Maulana Hasanudin ampera II, no 7-8 , Poris gaga, Tangerang
  • Phone  : 021 - 5445855 ; 021
  • Fax  : 021 - 5445855

 

Biomedilab Head Office

  • Address : Mayapada Tower unit 07-01, Jl Jend Sudirman Kav 28, Jakarta
  • Phone  : 021 - 5265750 ; 021 - 5260725
  • Fax : -

 

Biomedilab Karawang

  • Address : Ruko Rel Kereta Api, Jalan Tuparev Karawang Barat
  • Phone  : 0267 - 416972
  • Fax  : 0267 – 416971

 

New BIOMEDILAB

Biomedilab RS Saraswati

  • Address : Jl Ahmad Yani no 27, Sentul Cikampek
  • Phone  : 0264 - 316341
  • Fax  :

 

Quotes of the day