Demam Tifoid ( Sakit Tifus )

14 November 2014
Author :  

Demam Tifoid (Typhus Abdominalis) atau oleh awam disebut sebagai “Sakit Tifus”, bersifat endemis dan tersebar di seluruh dunia. Insidens tertinggi adalah pada anak dan dewasa muda berusia 5 – 19 tahun.

Penyakit ini merupakan infeksi akut pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi (Salmonella enterica, serovar Typhi), dan Salmonella paratyphi. Bakteri ini ditularkan melalui makanan atau air minum yang sudah terkontaminasi oleh feces penderita atau penderita carrier, akibat hygiene dan sanitasi yang kurang baik.

Bakteri ini akan masuk ke dalam usus halus dan mengikuti aliran darah ke liver, limpa dan sumsum tulang. Selanjutnya akan berkembang biak dan kembali masuk ke aliran darah lagi. Bakteri ini akan masuk juga ke kandung empedu, sistem biliaris dan jaringan limfatik usus dan berkembang biak dalam jumlah besar. Kemudian akan melalui saluran cerna dan dapat diidentifikasi bila dilakukan pemeriksaan kultur feces di laboratorium.

Gejalanya pada minggu pertama ditandai dengan demam yang berfluktuasi terutama pada sore hari, disertai dengan lemas, sakit kepala, nyeri perut dan kehilangan nafsu makan. Terkadang disertai konstipasi atau diare ringan. Pada pemeriksaan laboratorium hematologi ditemukan penurunan jumlah sel darah putih (lekopenia) dengan eosinopenia dan limfositosis. Pemeriksaan kultur darah menunjukkan Salmonella typhi atau paratyphi positif. Tes Widal biasanya masih negative.



Kemudian pada minggu kedua ditandai dengan penurunan berat badan, demam tinggi terutama pada sore hari, lidah berselaput putih, diare atau konstipasi berat. Dapat juga muncul bercak kemerahan (rose spot) di area dada bawah dan perut, dan peradangan paru. Area perut juga menjadi sangat tegang dan nyeri. Liver dan Limpa membesar dan terasa nyeri. Tes Widal akan positif, dan kultur darah juga masih dapat positif.

Bila tidak ditangani dengan baik dalam waktu 2 sampai 3 minggu, keadaannya akan memberat hingga menimbulkan gangguan kesadaran (delirium hingga koma) atau tidak dapat berdiri dan bergerak, timbul abses, peradangan kandung empedu (cholecystitis), jantung, tulang, hingga menimbulkan komplikasi yang fatal seperti perdarahan usus, perforasi usus, dan radang otak (Encephalitis).Diagnosis Demam Tifoid dapat dilakukan melalui beberapa pemeriksaan laboratorium seperti berikut ini:

• Pemeriksaan Hematologi, dimana ditemukan penurunan jumlah leukosit (leukopeni) dan limfositosis

• Pemeriksaan Tes Widal, menunjukkan reaksi antibody dan antigen dari bakteri Salmonella. Sensitifitas dan spesifisitas tes Widal tidak tinggi, sehingga bisa memberikan hasil negative pada penderita yang sudah menggunakan antibiotic. Juga bisa memberikan hasil positif palsu pada penyakit demam lainnya, sehingga harus dinilai juga peningkatan titer yang terjadi melalui pemeriksaan serial ulangan

• Pemeriksaan Kultur Darah, Sumsum tulang dan Feces dilakukan pada minggu ke 1 – 2. Pemeriksaan feces juga dapat dilakukan untuk mendeteksi penderita carrier, yaitu penderita yang tidak menunjukkan gejala Demam Tifoid tapi berpotensi menularkan karena bakteri Salmonella typhidikeluarkan dari kandung empedu ke saluran cerna.

• Pemeriksaan Tes Tubex, mendeteksi antibody Ig M dan Ig G terhadap antigen Salmonella typhi , dengan sensitifitas dan spesifisitas yang lebih baik dibandingkan Tes Widal



• Pemeriksaan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), dapat mendeteksi DNA Salmonella typhi



BioMedilab menyediakan paket pemeriksaan laboratorium untuk Demam yang meliputi pemeriksaan Darah Lengkap, Urin Lengkap, Tes Widal (Demam Typhoid), NS-1 (Demam Berdarah), Malaria, CRP (inflamasi). Segeralah memeriksakan diri bila terdapat gejala demam untuk memastikan penyebabnya agar segera dapat diberikan pengobatan yang tepat.

 

Login to post comments

Biomedilab Tangerang

  • Address : Jl. Maulana Hasanudin ampera II, no 7-8 , Poris gaga, Tangerang
  • Phone  : 021 - 5445855 ; 021
  • Fax  : 021 - 5445855

 

Biomedilab Head Office

  • Address : Mayapada Tower unit 07-01, Jl Jend Sudirman Kav 28, Jakarta
  • Phone  : 021 - 5265750 ; 021 - 5260725
  • Fax : -

 

Biomedilab Karawang

  • Address : Ruko Rel Kereta Api, Jalan Tuparev Karawang Barat
  • Phone  : 0267 - 416972
  • Fax  : 0267 – 416971

 

New BIOMEDILAB

Biomedilab RS Saraswati

  • Address : Jl Ahmad Yani no 27, Sentul Cikampek
  • Phone  : 0264 - 316341
  • Fax  :

 

Quotes of the day